Senin, 18 April 2011

Lirik Lagu JaDuL

Setasiun Balapan


Ning stasiun balapan
Kuto solo sing dadi kenangan
Kowe karo aku
Naliko ngeterke lungamu

     Ning stasiun balapan
     Rasane koyo wong kelangan
     Kowe ninggal aku
     Ra kroso netes eluh ning pipiku

Da a... Dada sayang
Da... Slamat jalan


     Reff:
     Janji lungo mung sedelo
     Jare sewulan ra ono
     Pamitmu naliko semono
     Ning stasiun balapan solo

Jare lungo mung sedelo
Malah tanpo kirim warto
Lali opo pancen nglali
Yen eling mbok enggal bali


Sewu Kuto

Sewo kuto uwis tak liwati
Sewu ati tak takoni
Nanging kabeh
Podo rangerteni
Lungamu neng endi
Pirang tahun aku nggoleki
Seprene durung biso nemoni

      Wis tak coba
      Nglaliake jenengmu
      Soko atiku
      Sak tenane aku ora ngapusi
      Isih tresno sliramu

Umpamane kowe uwis mulyo
Lilo aku lilo
Yo mung siji dadi panyuwunku
Aku pengin ketemu
Senajan sak kedeping moto
Kanggo tombo kangen jroning dodo

     Wis tak coba
     Nglaliake jenengmu
     Soko atiku
     Sak tenane aku ora ngapusi
     Isih tresno sliramu

Umpamane kowe uwis mulyo
Lilo aku lilo
Yo mung siji dadi panyuwunku
Aku pengin ketemu
Senajan wektumu mung sedhela
Tak nggo tombo kangen jroning dodo

     Senajan sak kedeping moto
     Tak nggo tombo kangen jroning dodo


Cucak Rowo

Kucoba coba melempar manggis,
Manggis kulempar mangga kudapat
Kucoba coba melamar gadis,
Gadis kulamar janda kudapat

     Iki piye iki piye iki piye,
     Wong tuo rabi perawan
     Prawane yen mbengi nagis wae,
     Amargo wedi karo manuke

Manuke manuke cucak rowo,
Cucak rowo dowo buntute
Buntute sing akeh wulune,
Nek digoyang ser-ser aduh enake

Gesang Bengawan Solo

 

Bengawan Solo
Riwayatmu ini
Sedari dulu jadi…
Perhatian insani

Musim ke marau
Tak se bera pa airmu
Dimusim hu jan air..
Meluap sam pai ja uh

Mata airmu dari Solo
Terkurung gunung seribu
Air  mengalir sampai jauh
akhirnya ke laut

Itu pera hu
Riwayatnya dulu
Kaum pe da gang sela lu…
Naik itu pe rahu

Jauh di Mata


Oh.. jauh dimata dalam kenangan
wajah mu tetap terbayang
Sungguh berat kita berpisah..
air mataku berlinang
Oh.. khabar berita
Kirimkan saja di angin melayang
Bila ingin berjumpa
kirimkan rindu hati mu
di awan petang

kekasih hatiku
pergilah engkau pergilah pergi berjuang
dagu menunggu selamanya
selagi hayat ….
tabahkan hatimu selama engkau
dalam perjalanan
selama engkau jauh
dihatiku jadilah harapan hidupku


Rayuan Pulau Kelapa
Ciptaan: Ismail Marzuki

Tanah airku Indonesia
Negeri elok amat kucinta
Tanah tumpah darahku yang mulia
Yang kupuja sepanjang masa

Tanah airku aman dan makmur
Pulau kelapa yang amat subur
Pulau melati pujaan bangsa
Sejak dulu kala

Reff:

Melambai lambai
Nyiur di pantai
Berbisik bisik
Raja Kelana

Memuja pulau
Nan indah permai
Tanah Airku
Indonesia
 

Puisi


SaD Memory

Ku rentangkan tangan lesuku
Mencoba lupakan sejenak
Isak tangis kemalangan
Berharap bisa bersandar pada sebuah tiang HIDUP

Dalam

Mencoba melupakan sebuah kasih yang
menyakitkan dan menyayat hati
memilukan yang sampai kini tersimpan dihati

tetes embun pagi tak bisamenyejukan hati
cerah mentari tak bisa memberi jawaban
setiap tanya ku ku coba rebahkan tubuh
pada tikar yang telah usang

mencoba menerima kenyataan
bahwa hidup itu sebenarnya kejam
agar aku sadar bahwa aku sekarang
hanya surya yang tak bisa
menjadi pelayan ALAM

Aku tak ubahnya insan
Yang terbuang dari kehidupan
Yang mencoba bangkit dari
KEHANCURAN

Masih Banyak Orang yang tidak tahu Pentingnya Olahraga bagi kesehatan


A. Pada saat ini banyak orang yang tidak tahu dan tidak mau tahu, pentingnya olahraga bagi kesehatan. Padahal Hakikat olah raga adalah setiap kagiatan jasmani yang dilandasi perjuangan menguasai diri sendiri, menguasai orang lain atau unsur-unsur alam, yang jika dipertandingkan harus dilaksanakan secara kesatria, sehingga merupakan sarana pendidikan pribadi yang sehat dan tangguh dan juga olahraga bias merupakan investasi jangka panjang dalam upaya meningkatkan mutu sumber daya manusia agar diwaktu tua masih memiliki jasmani yang kuat.
B. Di Zaman modern ini banyak manusia yang ingin hidup serba instan dan banyak yang terjerumus dalam hal-hal yang dapat merusak organ-organ tubuh manusia seperti : merokok, pemakaian narkoba, dan minum-minuman keras. Padahal banyak waktu dan tenaga yang terbuang sia-sia hanya karena hal-hal yang tidak berguna  seperti diatas semestinya waktu dan tenaga dimanfaatkan dengan baik dengan cara berolahraga secara rutin. Sebagai upaya, kita berharap manusia di Indonesia tidak hanya mencari kesehatan dengan cara instant dan kita juga berharap kepada pendidikan dilembaga formil dan informal dapat dapat berkembang lebih pesat lagi agar mampu menjadi landasan bagi pembinaan keolahragaan nasional. Untuk itu, pembentuk sikap dan pembangkitan motivasi mulai dilakukan pada usia dini. Kita yakin bahwa melalui olahraga yang rutin dan bermutu, akan terbangun manusia yang sehat dan muncul bakat-bakat baru di bidang keolahragaan menggantikan olahragawan / olahragawaati senior yang sudah termakan oleh usia dan siapa yang layak menggantikan para olahragawan dikemudian hari kalau bukan kita yang akan meneruska jejak-jejak para olahragawan di Indonesia. Padahal saat ini para olahragawan sekarang sudah terjamin hidupnya oleh pemerintah daerah maupun daerah. Oleh karena itu mari kita bankit diri untuk olahraga rutin untuk dapat mengharumkan nama bangsa, menambah prestasi, dan dapat kesehatan dalam tubuh.
C. Olahraga di lakukan diusia dini dapat dapat meningkatkan daya tahan tubuh bagi kehidupan manusia itu sendiri dan dapat meningkatkan mutu olahragawan di Indonesia serta mencari bibit-bibit baru agar olahraga di Indonesia kita ini dapat maju dan berkembang pesat, dan tidak dianggap sebagai negara pelengkap di semua kompetisi.

Jumat, 15 April 2011

Hidup

Hidup...

  • Hidup adalah sebuah tantangan dimasa kini kalau kamu tidak pandai-pandai mengambil kesempatan kau tidak akan dapat maju untuk meneruskan hidup cz hidup adalah tantangan.

  • Hidup kata orang ada yang berawal dari mimpi emmm.... well itu juga bisa karena hidup kadang kala bisa terlihat dari mimpi terus kelihatan di nyatanya oleh karena itu hidup berawal dari mimpi itu benar juga biasanya
  • Hidup adalah pilihan kalau kau salah memilih hidup biasanya kau akan terjebak dalam lingkaran hitam dalam hidup itu tapi kalau kamu bisa pandai memilih biasanya kamu akan dapat keberuntungan dan kebaikan yang bisa kamu petik
  • Hidup orang berbeda-beda ada orang selalu jahat bahkan ada orang yang baik sekali itu adalah pilihan mereka, cz kita tidak tau kenapa mereka memilihnya tpi kita tau mereka mempunyai tujuan yang sama yaitu ingin mencukupi kehidupan dirinya

teman- teman

teman adalah seorang yang berharga dan tak akan hilang oleh waktu jadi jangan sia-siakan teman karena kita dapat saling take and give sesama teman

 

Kebersamaan sangat perlu pada diri kita karena kita adalah makhluk sosial yang perlu ada orang lain yang membantu di setiap senang dan duka itu semua dari teman

 
Keceriaan adalah suatu yang menyenangkan karena keceriaan dapat menghilangkan segala penat yang ada di hati kita so jangan lpa teman ea


Download New Patch rar

download baru rf planet war Disini

Untaian Mutiara Kosmik

Teleskop antariksa Herschel baru-baru ini telah menyajikan pemandangan spektakular dari kabut gas yang terbentang di dekat bidang galaksi Bima Sakti. Citra yang diambil mengungkapkan adanya aktifitas yang intens dan tak terduga. Daerah yang gelap dan dingin dengan titik-titik tempat bintang dilahirkan ibarat untaian mutiara kosmik.
Pada 3 September lalu, Herschel diarahkan ke suatu reservoir kabut gas dingin di konstelasi Salib Selatan (Southern Cross) di dekat bidang galaksi. Saat teleskop tersebut memindai langit, perangkat Spectral and Photometric Imaging REceiver, SPIRE, dan Photoconductor Array Camera and Spectrometer, PACS mengambil sejumlah citra dari daerah yang terletak di sekitar 60° dari pusat galaksi, ribuan tahun cahaya dari bumi.
Lima panjang gelombang inframerah telah dikodekan dalam bentuk warna-warni untuk memungkinkan para ilmuwan membedakan material yang sangat dingin (merah) dengan lingkungan sekitarnya yang sedikit lebih hangat (biru).
Citra ini mengungkap struktur pada material di Galaksi kita, dalam bentuk yang belum pernah disaksikan sebelumnya. Bahkan sebelum ada analisis yang lebih rinci, para ilmuwan telah mengumpulkan informasi mengenai kuantitas material, massa, temperatur, komposisi, dan apakah struktur tersebut sedang runtuh untuk membentuk bintang-bintang baru.
G299_SPIRE_Crop_L
G299_PACS_Crop_L
Citra dari instrumen SPIRE (atas) dan PACS (bawah) yang diambil oleh teleskop Herschel (Gambar: ESA)
Bahwa area yang gelap dan dingin semacam ini ternyata penuh dengan aktifitas adalah hal yang tak terduga. Namun citra-citra itu juga mengungkapkan adanya gejolak yang mengejutkan: material antarbintang berkondensasi menjadi filamen yang memalar (continous) dan saling terhubung yang berpendar dari cahaya yang dipancarkan oleh bintang-bintang yang baru lahir pada berbagai tingkat perkembangan. Galaksi kita adalah galaksi yang secara konstan melahirkan bintang-bintang generasi baru.
Bintang-bintang terbentuk dari lingkungan yang digin dan padat, dan dalam citra-citra tersebut, mudah untuk menemukan tempat dimana terdapat filamen bintang yang tengah membentuk, suatu pekerjaan yang sangat sulit untuk dilakukan pada citra dengan panjang gelombang tunggal.
Biasanya, dalam daerah yang penuh sesak semacam ini, terletak di bidang galaksi kita dan mengandung banyak kabut molekular sejauh mata memandang, para astronom akan mengalami kesulitan untuk melihat secara lebih detail. Namun instrumen inframerah Herschel yang canggih memudahkan pekerjaan itu, melihat kedalam kabut yang suram dalam cahaya kasatmata, dan menyaksikan pendar dari debu itu sendiri. Observasi ini tidak mungkin untuk dilakukan dengan peralatan yang berbasis di darat.
Hasilnya adalah pemandangan dari struktur jejaring filamen yang menakjubkan, dan fitur-fitur yang mengindikasikan rantai peristiwa formasi bintang yang hampir simultan, gemerlap laksana rangkaian mutiara, jauh di kedalaman galaksi kita. (www.esa.int and http://ias.dhani.org)

Cakram Debu di 51 Ophiuchi

Menggunakan teleskop kembar berdiameter 10 meter di Observatorium W.M. Keck, Hawaii, para astronom telah menemukan salah satu dari cakram debu paling kompak yang mengedari sebuah bintang. Apabila berada di dalam tata surya kita, maka cakram itu akan membentang sekitar empat kali jarak Bumi ke Matahari, hingga mendekati orbit planet Jupiter. Cakram bagian dalam yang kompak tersebut juga ditemani oleh cakram luar yang terentang hingga ratusan kali lebih jauh.
Kunci keberhasilan studi ini adalah Keck Interferometer Nuller (KIN), suatu perangkat yang mengkombinasikan cahaya yang tertangkap oleh masing-masing teleskop raksasa tersebut, sedemikian rupa sehingga memungkinkan para peneliti mempelajari objek redup yang biasanya tenggelam oleh cemerlangnya cahaya bintang di dekatnya. “Ini adalah cakram kompak pertama yang dideteksi oleh KIN, dan menunjukkan kemampuannya untuk mendeteksi kabut debu yang ratusan kali lebih kecil daripada yang bisa dilihat oleh teleskop konvensional,” jelas Christopher Stark, astronom di Goddard Space Flight Center, NASA, di Greenbelt, Madison, yang memimpin tim peneliti.
Dengan menggabungkan pancaran cahaya yang diterima oleh kedua teleskop dengan cara tertentu, KIN pada dasarnya membuat suatu “blind spot” yang menghalangi pancaran cahaya bintang yang tak diperlukan namun memungkinkan sinyal redup yang berdekatan – seperti cahaya dari cakram debu yang melingkupi bintang – untuk menembusnya.
Pada bulan April 2007, tim yang sama mengamati bintang target, 51 Ophiuchi, bintang tipe B yang muda dan panas sejauh 410 tahun cahya di konstelasi Ophiuchus. Para astronom menduga bahwa bintang tersebut beserta cakram yang melingkupinya merepresentasikan contoh yang langka dan dekat dari sistem planeter muda yang sedang memasuki fase terakhir dari pembentukan planet-planetnya, walaupun masih belum diketajio apakah planet-planet tersebut benar-benar telah membentuk.
“Observasi terkini kami menunjukkan bahwa 51 Ophiuchi adalah sistem protoplanet (calon planet) yang indah dengan suatu kabut debut dari komet dan asteroid yang sangat dekat dengan bintang induknya,” timpal Marc Kuchner, astronom di Goddard yang juga anggota dari tim peneliti.
Sistem planeter adalah tempat yang sangat berdebu. Kebanyakan diantara debu di tata surya kita terbentuk didalam garis orbit Jupiter, saat komet-komet mengalami kehancuran di dekat Matahari dan asteroid dalam berbagai ukuran saling berbenturan. Kabut ini merefleksikan cahaya matahari dan sewaktu-waktu dapat dilihat sebagai pendar cahaya di langit – dikenal sebagai cahaya zodiak (zodiacal light) – sebelum matahari terbit atau terbenam.
Kabut debu di sekeliling bintang lain yang terbentuk melalui proses yang sama disebut sebagai kabut “exozodiacal”. “Studi kami menunjukkan bahwa cakram di 51 Ophiuchi lebih dari 100.000 kali lebih tebal daripada kabut zodiak di tata surya kita,” jelas Stark. “Hal ini menunjukkan bahwa sistem ini masih relatif muda, dengan banyak benda angkasa yang saling berbenturan yang menghasilkan sejumlah besar debu.”
Untuk menguraikan struktur dari kabut debu bintang tersebut, tim peneliti mengkombinasikan hasil observasi KIN pada berbagai panjang gelombang dengan studi sebelumnya yang memanfaatkan Teleskop Antariksa Spitzer dan perangkat Very Large Telescope Interferometer di European Southern Observatory di Chile.
Cakram bagian luar mulai membentuk pada sekitar dimana cakram bagian dalam berakhir dan mencapai jarak sekitar 1.200 AU. Penanda inframerahnya menunjukkan bahwa cakram tersebut terutama tersusun atas partikel debu dengan volume hanya 1 persen dari ukuran debu yang sama di cakram bagian dalam, atau setara dengan partikel pada asap. Perbedaan lainnya: cakram bagian luar terlihat lebih menyebar, hingga jauh keluar dari bidang orbitnya ketimbang cakram bagian dalam.
“Kami menduga bahwa cakram bagian dalam mendorong pengembangan cakram bagian luar,” jelas Kuchner. Saat asteroid dan komet saling berbenturan hingga menghasilkan debu, partikel yang lebih besar secara alami berpilin ke arah bintang. Namun tekanan dari cahaya bintang menekan partikel-partikel yang lebih kecil keluar dari sistem. Proses ini, yang juga terjadi di tata surya kita, nampaknya bekerja lebih baik di sekitar 51 Ophiuchi, bintang yang 260 kali lebih cemerlang daripada Matahari.
Penemuan ini telah dipublikasikan melalui Astrophysical Journal edisi 1 Oktober lalu. (www.nasa.gov/goddard and http://ias.dhani.org/2009/10/04/cakram-debu-di-51-ophiuchi/)